Senin, 11 Maret 2013

tugas mem



1.      Meresensi Tari Gending Sriwijaya

Nama tarian          : Tari Gending Sriwijaya
Asal daerah           : Palembang (Sumatra Selatan)
Tujuan tarian        : Tari penyambutan
Jumlah penari       : 9 orang
Property                :  tepak , pridon,kapur sirih, tombak dll
Music pengiring    : gamelan dan gong
Busana                  :Aesan Gede, Selendang Mantri, paksangkong, Dodot dan Tanggai
Tahun lahir           : diciptakan tahun 1944
Gending Sriwijaya merupakan lagu dan tarian tradisional masyarakat Kota Palembang, Sumatera Selatan. Melodi lagu Gending Sriwijaya diperdengarkan untuk mengiringi Tari Gending Sriwijaya. Baik lagu maupun tarian ini menggambarkan keluhuran budaya, kejayaan, dan keagungan kemaharajaan Sriwijaya yang pernah berjaya mempersatukan wilayah Barat Nusantara.

             Tari ini ditampilkan secara khusus untuk menyambut tamu-tamu agung seperti kepala Negara, Duta Besar dan Tamu-tamu agung lainnya. Tari Gending Sriwijaya Hampir sama dengan tari Tanggai, perbedaannya terletak pada penggunaan tari jumlah penari dan perlengkapan busana yang dipakai. Penari Gending Sriwijaya seluruhnya berjumlah 13 orang terdiri dari :
  • ·         Satu orang penari utama pembawa tepak (tepak, kapur, sirih).
  • ·         Dua orang penari pembawa peridon (perlengkapan tepak)
  • ·         Enam orang penari pendamping (tiga dikanan dan tiga kiri)
  • ·         Satu orang pembawa payung kebesaran (dibawa oleh pria)
  • ·         Satu orang penyanyi Gending Sriwijaya
  • ·         Dua orang pembawa tombak (pria)

http://2.bp.blogspot.com/-vzrxVt6bOK8/UNWcP2LIw9I/AAAAAAAACe4/FZjkotjMocM/s400/Gending.jpg
2.      Meresensi tarian Legong Kraton
Nama tarian                : Legong Kraton
Asal daerah                 :Bali (Sukawati, yaitu di Puri Paang Sukawati)
http://1.bp.blogspot.com/_qMz85S8V5_A/S642qU0TY7I/AAAAAAAAAHk/umXk7_Y2QLk/s1600/Tari+Legong.jpgTujuan tarian              : menceritakan seorang lakon
Jumlah penari             : 2 ( dua ) atau 3 ( tiga ) gadis
Property                      :  kipas
Music pengiring          :gong (gamelan)
Busana                        :busana adat Bali
Tahun lahir                 :  belum dapat dipastikan

Istilah “Legong Keraton”  terdiri dari dua kata yaitu Legong dan Keraton. Mereka pada umumnya telah mengenal Legong itu ialah salah satu bentuk tari Bali jenis wanita yang ditarikan oleh dua atau tiga orang gadis, seorang diantaranya sebagai condong, yang nantinya akan menyerahkan kipas kepada dua penari berikutnya. leg – gong” (Legong dapat kita simpulkan sebagai suatu tarian yang diiringi dengan gamelan gong. Istilah legong ini rupanya juga mengalami perkembangan menjadi “Legong Kraton”. Kata Kraton ini berarti Istana. Mungkin tambahan tersebut timbul karena tari – tarian di Bali juga dapat diasosiasikan dengan lanjutan, bahwa tari legong di Bali juga merupakan hasil kesenian Istana (puri).

Lakon yang biasa dipakai dalam Legong kebayakan bersumber pada:
1.      cerita Malat khususnya kisah Prabu Lasem,
2.      cerita Kuntir dan Jobog (kisah Subali Sugriwa),
3.      Legod Bawa (kisah Brahma Wisnu tatkala mencari ujung dan pangkal Lingganya Siwa),
4.      Kuntul (kisah burung),
5.      Sudarsana (semacam Calonarang),
6.      Palayon,
7.      Chandrakanta dan lain sebagainya.

3.      Meresensi tarian Pa’gellu
Nama tarian                : tarian Pa’gellu
Asal daerah                 : Toraja (Sulawesi Selatan)
Tujuan tarian              : pengiring upacara adat (bentuk penghormatan mereka terhadap para leluhur)
Jumlah penari             : ganjil (biasanya 3, 5 atau 7 orang )
Property                      :  semacam senjata tradisional
Music pengiring          : Gendang itu dimainkan oleh 2 sampai 3 orang.selain itu iringan musik yang lain yaitu rebana,suling bambu, dan smua alat musik yang terbuat dari bambu
Busana                        :busana adat toraja (Baju Toraja)

3.Tari Pa’gellu
Menurut kalanganmereka Pa’gellu adalah alat untuk melahirkan rasa keindahan, rasa pujaan, rasagembira dalam bentuk gerakan badan, terutama tangan dan telapak tangan, besertajari-jari. Pa’gellu erat dengan keyakinan Toraja. Pagellu’ salah satu alat pemujaan dalam Rambu Tuka’ kepada Tuhan yang telah memberi hujan, memelihara padi-padi, tanam-tanaman serta menolak wabah penyakit dan lain-lain. Pagellu’ dalam kehidupan orang-orang Toraja; peristiwa-peristiwa disawah, menabur bibit, menanam padi, mengawasi padi, menumbuk, menampik dan lain-lain. Tarian Sulawesi Selatan
Menghalau burung pipit, menghalau segala yang dapat mengganggu tumbuh-tumbuhan, maka seluruh gerak-gerak ini, peristiwa ini dikenangkan setelah panen selesai.  Gerakan-gerakan ini dilakonkan dalam bentuk teratur bilamana diadakan pengucapan syukur atas selesainya panen. Dasar gerak inilah terciptanya tari Pagellu’.

 https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR8AhTvC17f_dSoCfLUO3jTBQ6fVsi_mOiYM7mMbhR3di5iJLFGzQ